Sekolah Lapang Reforestasi menjadi wadah transfer edukasi kepada penerus generasi Petani Hutan Sosial
Tips and trick dari Owner Siki Coffee dalam membangun start up
Tidak hanya sekedar menanam Komoditi tetapi juga diselaraskan dengan Konservasi atau Pelestarian yang dilakukan oleh Petani Indonesia didampingi oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI)
Bincang bersama Presiden MUSIAD Indonesia. MUSIAD merupakan Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen asal Turki. Teman - teman dari MUSIAD siap untuk ekspor Kopi Agroforestry di Indonesia.
Bersama Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Bapak Bambang Supriyanto dan Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia Bapak Ade Alawi
Hai Social Forester, Sore ini kami akan mengajak kalian Jalan-jalan ke Hutan Kemasyarakatan Gam Wanger yang berada di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Yuk, simak, Bincang Sore kita kali ini..
Reformasi Birokrasi merupakan salah satu langkah awal untuk melakukan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel, transparan, efektif dan efisien serta melibatkan partisipasi dari semua elemen, sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat, professional dan mengeliminasi penyalahgunaan wewenang, praktik nepotisme, dan lemahnya pengawasan. Pembangunan Zona Integritas dianggap sebagai role model Reformasi Birokrasi dalam penegakan integritas dan pelayanan berkualitas. Dengan demikian pembangunan Zona Integritas menjadi aspek penting dalam hal pencegahan korupsi di pemerintahan. Kami Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial sebagai bagian dari instansi pemerintah tentu turut mendukung dan melaksanakan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Salam Lima Jari...
Belajar bersama masyarakat adat Huta Tor Nauli, bagi yang belum tahu apa itu menyan dan bagaimana cara memanennya, silakan mengikuti video ini. Kearifan lokal yang perlu dipertahankan.
Film "Masa Depan Perhutanan Sosial" ini menceritakan sejarah Stasiun Radio Malabar dan kerja sama lintas sektor yang amat baik di areal Perhutanan Sosial Gunung Puntang ini. Lewat perbincangan menarik antara Bambang Supriyanto (Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan), Epi Kustiawan (Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat), Amas Wijaya (Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat & Banten), Nugie (musisi dan penggiat lingkungan) dan Abah Onel (Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan Bukit Amanah) penonton dapat mengetahui bahwa kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting untuk keberhasilan program Perhutanan Sosial. Dan diharapkan kerja sama yang baik di Gunung Puntang tersebut dapat diterapkan di areal Perhutanan Sosial lainnya untuk masa depan Perhutanan Sosial yang lebih baik lagi. Ayo, ikuti perbincangan menarik ini dalam film “Masa Depan Perhutanan Sosial”.
Nugie yang sedang merasa letih mampir ke kedai kopi yang ia temukan secara tidak disengaja di Bandung, lalu ia dikejutkan oleh rasa Kopi dari Gunung Puntang yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Merasa tertarik dengan Kopi Gunung Puntang itu, ia lalu berkunjung ke Gunung Puntang untuk bertemu dengan Abah Onel (Deni Sopyandi), sang petani kopi yang ternyata adalah Ketua dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bukit Amanah yang merupakan pemegang Persetujuan Kemitraan Kehutanan. Sepanjang perjalanan di kebun kopi yang dikelola oleh Abah Onel, Nugie tidak hanya melihat dan belajar bagaimana memproses biji kopi dari awal hingga akhir, tapi ia menjadi mengetahui apa itu Perhutanan Sosial. Film “Seruput” merupakan film dokumenter drama yang diproduksi oleh Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial, dengan tujuan dapat memperkenalkan Perhutanan Sosial kepada masyarakat luas. Dan diharapkan Kisah Abah Onel selaku Ketua LMDH, dan petani kopi di Gunung Puntang ini dapat menginspirasi petani Perhutanan Sosial lainnya bahwa dengan menjaga lingkungannya, bekerja sama petani lainnya, dan berinovasi dapat memberikan keuntungan lebih dibanding dengan hanya menjadi “petani” saja. Ikuti perjalanan Nugie di Gunung Puntang dalam film “Seruput” yang dapat menginspirasi ini.
Meski sepi hidup kita jauh di tengah rimba, tapi kita gembira sebabnya kita bekerja untuk nusa dan bangsa. Pagi petang, siang malam rimba raya berseru, bersatulah bersatu tinggi rendah jadi satu, pertolongan selalu. Begitulah seruan para rimbawan. Dalam masa pandemi ini, rimbawan turut terlibat untuk terus mengobarkan harapan bagi masyarakat. Rimbawan harus terus mendorong gotong royong dan merawat persatuan untuk melalui masa sulit ini. Teruslah berdedikasi dan berjuang tak kenal lelah untuk menjaga rimba raya, juga lingkungan yang sehat, demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Salam Lestari dan Salam Sehat #SobatHijau 😊👌💪 #kementerianlhk #klhk #RimbawanUntukNegeri