SSF Goes to Campus: Talkshow Penguatan Peran Akademisi dalam Pendampingan Kelompok Perhutanan Sosial

29 Nov 2024 239

Talkshow Penguatan Implementasi Perhutanan Sosial Seri ke-4 yang diberi tajuk Penguatan Peran Akademisi dalam Pendampingan Kelompok Perhutanan Sosial telah digelar di Kampus Universitas Mataram pada hari Kamis, tanggal 14 November 2024. Talkshow kali ini sangat spesial karena dilaksanakan di Kampus dan merupakan bagian dari kegiatan SSF Goes to Campus. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman akademisi tentang perhutanan sosial serta menggali potensi pelibatan akademisi dalam pengelolaan perhutanan sosial.

Jumlah peserta Talkshow kali memperlihatkan lonjakan dari Talkshow sebelumnya. Jumlah total peserta terekam sebanyak 280 orang yang terdiri dari 148 (53%) perempuan dan 133 (47%) laki-laki. Para peserta umumnya adalah mahasiswa, dosen, penyuluh, serta staf pemerintahan baik Pemerintah Daerah maupun Kementerian Kehutanan. Berdasarkan data daftar kehadiran peserta, setidaknya ada perwakilan dari 26 perguruan tinggi yang tersebar mulai dari Aceh hingga Maluku Utara. Diantara peserta hadir pula mahasiswa yang kini tengah mengikuti program Magang & Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Jelajah Hutan Masa Depan (Jalan Mapan) Perhutanan Sosial.

Acara Talkshow dimulai dengan sambutan dari Direktur PKPS selaku Pj. NPMU SSF Project, yang diwakili Kasubdit HKm dan HTR, Tubagus Ajie Rahmansyah, S.Hut., MSE, M.Sc. dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Universitas Mataram, Prof. Dr. Ir. Sitti Hilyana, M.Si.

Dalam sesi utama, obrolan dengan para narasumber, menghadirkan para pembicara yang terdiri dari:
• Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc., (Direktur Kemitraan Lingkungan, Ditjen Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan)
• Dr. Ir. Satrijo Saloko, MP, (Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Mataram)
• Prof. Syahrul Kurniawan, Ph.D. (Ketua Tim PDP Kedaireka, Universitas Brawijaya)

Dalam takshow ini, kami mendiskusikan pentingnya kolaborasi antara akademisi dengan pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat pengelolaan perhutanan sosial, mulai dari penguatan kelembagaan, penguatan kapasitas masyarakat sebagai pengelola hutan, hingga pengembangan usaha perhutanan sosial. Sesi diskusi yang dipandu oleh Mamat Rahmat (Capacity Building Specialist SSF Project) juga menghadirkan berbagai pertanyaan menarik dari peserta, yang membahas tantangan dan solusi dalam pengelolaan perhutanan sosial, termasuk tantangan untuk perluasan skala pendampingan kelompok perhutanan sosial baik melalui mekanisme MSIB maupun Kedaireka.

Harapan kami, acara ini dapat menginspirasi para akademisi untuk terlibat dalam pendampingan kelompok perhutanan sosial, sehingga dapat meningkatkan kualitas tata kelola kawasan, kelembagaan, dan usaha perhutanan sosial.

Sesuai dengan mandat Perpres No. 28/2023, jumlah pendamping perhutanan sosial pada tahun 2030 sebanyak 25.000 pendamping. Saat ini, jumlah pendamping tercatat baru sekitar 6.400 orang. Oleh karena itu, peluang akademisi untuk terlibat dalam pedampingan kelompok perhutanan sosial sangat diharapkan. Program seperti KKN Tematik Perhutanan Sosial, MSIB Jalan Mapan PS dan Kedaireka merupakan program yang saat ini telah dijalankan oleh beberapa perguruan tinggi. Kedepannya, program tersebut perlu diperluas ke perguruan-perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Mari kita tingkatkan kolaborasi antara akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan para pihak lainnya untuk mendukung pengelolaan perhutanan sosial yang berkelanjutan dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

#SSFgoestoCampus #PerhutananSosial #AkademisiUntukLingkungan #SustainableForestry #KolaborasiUntukKeberlanjutan

Share This

Kembali
Jelajahi Lainnya

Baca Berita Lainnya

The 18th ASEAN Working Group on Social Forestry Meeting

Peran KUPS dalam Mendukung Keberlanjutan Ekonomi

Rutinitas Penmas Lampung Selatan

Lokakarya Penulisan Artikel Populer Proyek Penguatan Perhutanan Sosial