Tentang Kami

Perhutanan Sosial merupakan salah satu program nasional untuk memberikan akses bagi masyarakat sekitar hutan untuk mengelola kawasan hutan negara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan hutan secara lestari. Melalui program ini Pemerintah telah mentargetkan untuk memberikan akses kelola hutan seluas 12.7 juta hektare. Hak kelola di dalam program Perhutanan Sosial diberikan dalam bentuk lima skema pengelolaan hutan, yaitu Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Kemitraan Kehutanan dan Hutan Adat.

Sejak dibentuknya Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemberian hak kelola tersebut telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Per April 2024 pemberian persetujuan Perhutanan Sosial telah mencapai sekitar 6,6 juta hektare, lebih dari 1,3 juta Kepala Keluarga (KK) dan lebih dari 9.920 unit SK.

Proyek Penguatan Perhutanan Sosial di Indonesia atau Strengthening of SocialForestry (SSF) in Indonesia bertujuan untuk membantu percepatan pencapaian target program nasional Perhutanan Sosial ini. Proyek ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Indonesia, c.q. Ditjen PSKL-KLHK dengan Global Environment Facility (GEF) melalui The International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau The World Bank (WB). Besar dana hibah GEF 6 untuk proyek ini adalah USD 14.717.309 dan berlangsung sejak tahun 2020 sampai 2025. Proyek SSF menerapkan risiko minimum untuk menjaga dampak lingkungan dan sosial ke dalam desain dan pelaksanaan kegiatan. Proyek juga memfasilitasi partisipasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung perlindungan keanekaragaman hayati, mempertahankan pengelolaan hutan berbasis lanskap, dan untuk mengembangkan mekanisme resolusi konflik dalam penggunaan lahan hutan. Proyek juga memperkuat peran lembaga lokal dalam mengembangkan usaha perhutanan sosial dan meningkatkan kapasitas fasilitator di lokasi proyek untuk mengembangkan data dan informasi yang kredibel dan terkini (updated) serta mudah diakses.

Strengthening of Social Forestry in Indonesia Project

Tujuan dan Komponen Kegiatan

Proyek SSF bertujuan untuk meningkatkan hak akses masyarakat terhadap kawasan hutan pada areal prioritas untuk pengembangan perhutanan sosial (PIAPS). Proyek SSF terdiri atas tiga komponen kegiatan.
Penguatan kebijakan dan kelembagaan untuk mendukung perhutanan sosial.
Penguatan kemampuan masyarakat dalam mengelola areal perhutanan sosial.
Pengelolaan Proyek, Monitoring dan Evaluasi.

SSF TEAM

Organisasi Proyek >

Marcus Octavianus

PJ NPMU

LEADERSHIP

Erna Rosidana

National Technical Advisor

Tubagus Ajie

Project Manager

Basoeki Karyaatmadja

Team Leader

Dede Rohadi

Monitoring Evaluation Reporting Specialist

LOKUS PROYEK

Kab. Lima Puluh Kota
(Sumatera Barat)

Balai PSKL

Admin

KPH

Pendamping Masyarakat

Fasilitator Kabupaten

Kab. Lampung Selatan
(Lampung)

Balai PSKL

Admin

KPH

Pendamping Masyarakat

Fasilitator Kabupaten

Kota & Kab. Bima
(Nusa Tenggara Barat)

Balai PSKL

Admin

KPH

Pendamping Masyarakat

Fasilitator Kabupaten

Kab. Dompu
(Nusa Tenggara Barat)

Balai PSKL

Admin

KPH

Pendamping Masyarakat

Fasilitator Kabupaten

Kab. Halmahera Barat
(Maluku Utara)

Balai PSKL

Admin

KPH

Pendamping Masyarakat

Fasilitator Kabupaten

LOKUS PROYEK

Balai PSKL

Admin

KPH

Pendamping Masyarakat

Fasilitator Kabupaten

Kab. Lima Puluh Kota
(Sumatera Barat)
Kab. Lampung Selatan
(Lampung)
Kota & Kab. Bima
(Nusa Tenggara Barat)
Kab. Dompu
(Nusa Tenggara Barat)
Kab. Halmahera Barat
(Maluku Utara)

Indikator Capaian Proyek

AREAL PERHUTANAN SOSIAL SELUAS 300.000 HA

Luas areal perhutanan sosial dengan hak akses legal yang telah diberikan kepada masyarakat (300.000 Ha)

9,2 MT CO2

Upaya mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca (9,2 MT CO2)

LANSKAP BERKELANJUTAN SELUAS 300.000 HA

Luas areal pengelolaan hutan yang berkelanjutan (300.000 Ha)

150.000 ORANG : 30% WANITA

Peningkatan manfaat ekonomi dan non-ekonomi masyarakat di wilayah dan sekitar Proyek SSF