IAD HATTA: Percepat Pengelolaan Perhutanan Sosial, Dukung Ekowisata dan Ketahanan Pangan di Sumater

31 Jan 2025 252

Pada hari Sabtu, tanggal 25 Januari 2025, Menteri Kehutanan Republik Indonesia yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Jenderal Dr.Ir. Mahfudz, MP meluncurkan Integrated Area Development Berbasis Perhutanan Sosial, yang diberi judul Harau Taram Terintegrasi dan Adaptif (IAD HATTA) di kawasan wisata Kapalo Banda, Hutan Nagari Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Peluncuran ini menjadi langkah penting dalam percepatan pengelolaan perhutanan sosial yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, tanpa membuka lahan melalui pengembangan ekowisata.

Dalam sambutannya, Dr. Mahfudz mengungkapkan pentingnya IAD HATTA sebagai salah satu strategi percepatan pengelolaan Perhutanan Sosial yang ada di Kabupaten Lima Puluh Kota. Masterplan IAD HATTA harapannya dapat mendukung upaya pengelolaan hutan secara lestari, ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang mendasari langkah ini adalah keberadaan Strengthening of Social Forestry (SSF) Project, kerjasama antara Pemerintah Indonesia, Global Environment Facility (GEF), dan World Bank (WB), yang bertujuan menguatkan pengelolaan perhutanan sosial di Indonesia. Proyek SSF telah memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan kapasitas masyarakat dan Kelompok Pengelolaan Perhutanan Sosial (KPS), khususnya di Kabupaten Lima Puluh Kota. Sejak tahun 2021, proyek ini telah memberikan pendampingan dalam rangka meningkatkan pendapatan petani hutan dan membantu mereka beradaptasi dengan sistem perhutanan sosial yang lebih berkelanjutan.

Yozawardi, Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, yang juga berkenan hadir dalam proses peluncuran, menegaskan dukungan penuh Pemprov Sumbar terhadap upaya mewujudkan kelestarian hutan. “Sebanyak 81,7% desa di Provinsi Sumatera Barat berada di dalam dan sekitar hutan. Perhutanan Sosial hadir sebagai solusi utama untuk ekonomi masyarakat dan kelestarian hutan, bahkan juga dapat mendukung swasembada pangan, energi, dan air,” ungkapnya.

Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap proyek SSF di daerahnya, dengan menyatakan, “Kami sangat menyadari dan merasakan bahwa adanya Proyek SSF di Kabupaten Lima Puluh Kota sejak 2021 telah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat dan Kelompok Perhutanan Sosial (KPS), serta meningkatkan pendapatan petani hutan di Kabupaten Lima Puluh Kota.”

IAD HATTA bukan hanya tentang pengelolaan hutan, tetapi juga tentang mewujudkan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, menjadi kunci sukses program ini. Proyek SSF sangat mendukung upaya kolaborasi tersebut agar masyarakat Sumatera Barat semakin siap untuk menghadapi tantangan masa depan, menjaga kelestarian alam sembari menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik.

Mari kita terus dukung Perhutanan Sosial untuk kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat! ????????
#PerhutananSosial #IADHATTA #SSF #SumateraBarat #KelestarianHutan #Ekowisata #KetahananPangan #Agroforestry #Sustainability #PembangunanBerbasisLingkungan

Share This

Kembali
Jelajahi Lainnya

Baca Berita Lainnya

The 18th ASEAN Working Group on Social Forestry Meeting

Peran KUPS dalam Mendukung Keberlanjutan Ekonomi

Rutinitas Penmas Lampung Selatan

Lokakarya Penulisan Artikel Populer Proyek Penguatan Perhutanan Sosial