Kegiatan Kami

Article

Perempuan Halmahera Barat: Penjaga Tradisi, Penggerak Ekonomi Keluarga

Di Halmahera Barat, perempuan memainkan peran yang sangat penting, baik dalam praktik budaya pertanian maupun dalam aspek sosial ekonomi masyarakat. Dalam praktik budaya pertanian, perempuan bukan hanya terlibat dalam proses budidaya, proses pengolahan hasil serta pemasaran produk. Selain pada budidaya pertanian, mereka juga terlibat dalam proses pengolahan hasil-hasil hutan bukan kayu. Perempuan Halmahera Barat memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan usahanya, oleh karena itu ia aktif mengajarkan generasi muda tentang cara bertani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam. Karena dedikasinya tersebut, Perempuan Halmahera Barat dikenal sebagai penjaga tradisi.

Peran perempuan Halmahera Barat dalam penguatan ekonomi keluarga tak diragukan lagi. Berkat kegigihannya dalam merintis dan mengembangkan usaha mikro berbasis produk lokal, Perempuan Halbar tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga, tetapi juga telah berdampak pada penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja. Komoditas lokal yang menjadi produk andalan Halmahera Barat antara lain rempah-rempah, pala dan kelapa.

Pemberdayaan perempuan dalam rangka meningkatkan ekonomi rumah tangga dan dalam pengelolaan hutan merupakan bagian dari program pengarusutamaan gender dalam program perhutanan sosial. Selain pemberdayaan pada kedua hal tersebut, perempuan juga perlu diberikan kesempatan dalam pengambilan keputusan yang terkait dengan penenuan jenis usaha, pengelolaan areal perhutanan sosial, dan pemilihan strategi konservasi hutannya. Dengan demikian, peran perempuan, dalam program perhutanan sosial, sangat signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Di Kota Jailolo, Halmahera Barat, terdapat patung seorang "Ibu" yang sangat ikonik. Patung yang mengilustrasikan sorang Ibu tengah berdiri menggendong bakul. Patung tersebut sebagai simbol kegigihan Perempuan Halmahera Barat dalam menjaga keberlanjutan ekonomi keluarganya. Patung tersebut dapat mengingatkan kita mengenai kontribusi luar biasa Perempuan Halmahera Barat dalam menjaga ketahanan ekonomi rumah tangga dan tradisi lokal.

Melalui perhutanan sosial, perempuan Halmahera Barat memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ekonomi keluarga, dan melestarikan alam sekaligus menjaga tradisi yang diwariskan oleh nenek moyangnya.

#PerempuanHebat #PerhutananSosial #HalmaheraBarat #EkonomiBerlanjut #BudayaDanAlam #IbuPenjagaTradisi #KearifanLokal #PemberdayaanPerempuan

17 Feb 2025 296
Profil Kelompok Perhutanan (KPS)

Menu

LPHN Taram

Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

LPHN Taram  mendapatkan Izin Pengelolaan didasari pada Surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.3891/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2017 tentang Penetapan Kawasan Hutan Lindung Sebagai Areal Kerja Hutan Desa/Nagari Taram seluas ± 800 (delapan puluh ) hektar di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, merupakan dasar hukum berdirinya Hutan Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sebelum diberikan izin, masyarakat telah memanfaatkan Kawasan hutan dengan pemanfaatan , Sereh wangi aren, pinus, pinang, coklat, kulit manis, rotan, dan buah lainnya serta pemanfaatan air (jasling/ekowisata). Setelah pemberian hak pengelolaan Kelompok melakukan pemanfaatan budidaya Jamur Tiram , madu kelulut, budidaya agroforestry, pemanfaatan pariwsata (jasa lingkungan/ekowisata).

Perjalanan panjang selama delapan tahun merintis dan mengembangkan Taram sebagai destinasi wisata akhirnya terbayar sudah. Lokasi Taram kini telah menjadi tempat wisata yang menarik banyak wisatawan domestik, terutama dari sekitar Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Jumlah pengunjung, terutama pada saat puncak musim liburan, bisa mencapai 10.000 orang per hari. Tiket masuknya hanya Rp 5.000 per orang, sehingga pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 50.000.000 per hari (pada musim puncak). Masyarakat setempat menerima manfaat ekonomi lainnya melalui kesempatan untuk menjual makanan, minuman, dan kerajinan tangan.

No. SK SK.3891/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2017
Skema PS HD (Hutan Desa)
Tahun Terbit 2017
Luas Area ± 800 Ha
Jumlah Anggota 21 KK
KPH Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
Nama KUPS Kategori Tahun Komoditas
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1

Kapalo Banda Eco-tourism

Perjalanan panjang selama delapan tahun merintis dan mengembangkan Taram sebagai destinasi wisata akhirnya terbayar sudah. Lokasi Taram kini telah menjadi tempat wisata yang menarik banyak wisatawan domestik, terutama dari sekitar Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Jumlah pengunjung, terutama pada saat puncak musim liburan, bisa mencapai 10.000 orang per hari. Tiket masuknya hanya Rp 5.000 per orang, sehingga pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 50.000.000 per hari (pada musim puncak). Masyarakat setempat menerima manfaat ekonomi lainnya melalui kesempatan untuk menjual makanan, minuman, dan kerajinan tangan.

Total revenue from ticket sales (IDR)

Ekowisata

from 2021
14.29%
2021
1.400.000.000
2022
600.000.000
2023
1.200.000.000

Total revenue from ticket sales (IDR)

Sereh Wangi

from 2023
0%

Total revenue from ticket sales (IDR)

Jamur Tiram

from 2023
100%
2023
20.000

Total revenue from ticket sales (IDR)

Madu Galo-Galo

from 2023
0%

Produk Proyek

Selamat datang di pusat informasi produk-produk yang telah dihasilkan proyek Penguatan Perhutanan Sosial (SSF). Di sini, kami menyajikan produk-produk yang lahir dari kolaborasi baik dengan masyarakat maupun pemerintah daerah hingga pusat. Mulai dari booklet yang berisikan capaian dari proyek, hingga kumpulan cerita inspiratif yang mencerahkan tentang perjalanan langsung dari lapangan. Selain itu, jangan lewatkan regulasi-regulasi terbaru yang telah diinisiasi atau difasilitasi oleh proyek SSF, memberikan landasan hukum yang kuat bagi praktik-praktik berkelanjutan dalam pengelolaan hutan oleh masyarakat. Bersama-sama, mari kita jelajahi potensi dan prestasi dari kerja keras dan dedikasi komunitas dalam menjaga hutan dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi semua.

Jelajahi Lainnya
Jelajahi Lainnya

Agenda Kegiatan