Profil Kelompok PS

Menu

LPHN Taram

Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat

LPHN Taram  mendapatkan Izin Pengelolaan didasari pada Surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.3891/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2017 tentang Penetapan Kawasan Hutan Lindung Sebagai Areal Kerja Hutan Desa/Nagari Taram seluas ± 800 (delapan puluh ) hektar di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Propinsi Sumatera Barat, merupakan dasar hukum berdirinya Hutan Nagari Taram Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota.

Sebelum diberikan izin, masyarakat telah memanfaatkan Kawasan hutan dengan pemanfaatan , Sereh wangi aren, pinus, pinang, coklat, kulit manis, rotan, dan buah lainnya serta pemanfaatan air (jasling/ekowisata). Setelah pemberian hak pengelolaan Kelompok melakukan pemanfaatan budidaya Jamur Tiram , madu kelulut, budidaya agroforestry, pemanfaatan pariwsata (jasa lingkungan/ekowisata).

Perjalanan panjang selama delapan tahun merintis dan mengembangkan Taram sebagai destinasi wisata akhirnya terbayar sudah. Lokasi Taram kini telah menjadi tempat wisata yang menarik banyak wisatawan domestik, terutama dari sekitar Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Jumlah pengunjung, terutama pada saat puncak musim liburan, bisa mencapai 10.000 orang per hari. Tiket masuknya hanya Rp 5.000 per orang, sehingga pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 50.000.000 per hari (pada musim puncak). Masyarakat setempat menerima manfaat ekonomi lainnya melalui kesempatan untuk menjual makanan, minuman, dan kerajinan tangan.

No. SK SK.3891/Menlhk-PSKL/PKPS/PSL.0/7/2017
Skema PS HD (Hutan Desa)
Tahun Terbit 2017
Luas Area ± 800 Ha
Jumlah Anggota 21 KK
KPH Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
Nama KUPS Kategori Tahun Komoditas
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
KUPS Sereh Wangi Golden 2019 Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Nama KUPS KUPS Sereh Wangi
Kategori Golden
Tahun 2019
Komoditas Budidaya Sereh Wangi
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1

Kapalo Banda Eco-tourism

Perjalanan panjang selama delapan tahun merintis dan mengembangkan Taram sebagai destinasi wisata akhirnya terbayar sudah. Lokasi Taram kini telah menjadi tempat wisata yang menarik banyak wisatawan domestik, terutama dari sekitar Provinsi Sumatera Barat dan Riau. Jumlah pengunjung, terutama pada saat puncak musim liburan, bisa mencapai 10.000 orang per hari. Tiket masuknya hanya Rp 5.000 per orang, sehingga pendapatan yang diperoleh sekitar Rp 50.000.000 per hari (pada musim puncak). Masyarakat setempat menerima manfaat ekonomi lainnya melalui kesempatan untuk menjual makanan, minuman, dan kerajinan tangan.

Total revenue from ticket sales (IDR)

Ekowisata

from 2021
14.29%
2021
1.400.000.000
2022
600.000.000
2023
1.200.000.000

Total revenue from ticket sales (IDR)

Sereh Wangi

from 2023
0%

Total revenue from ticket sales (IDR)

Jamur Tiram

from 2023
100%
2023
20.000

Total revenue from ticket sales (IDR)

Madu Galo-Galo

from 2023
0%