Profil Kelompok PS

Menu

KTH Bina Baru

Kelurahan Jatibaru Timur, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat

Pemberian IUPHKM kepada KTH BINA BARU berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SK. 7866/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL-0/10/2022 tanggal 6 bulan Oktober tahun 2022 tentang IUPHKM pada Areal Hutan Lindung, Hutan Produksi, dan Hutan Produksi Terbatas seluas ± 95,36 Ha di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat.<br><br>Lokasi kawasan hutan yang terkenal dengan „NCAI KAPENTA“ memiliki sejarah tersendiri, yaitu terkenal dengan pohon dan hutan jati yang memenuhi satu kawasan dan hamparan, yang berdasarkan sejarah bahwa jati yang tumbuh itu adalah hasil warisan dari jaman penjajahan belanda, sehingga sampai tahun 1999 diameter pohon jati saat itu hampir 1 meter. Mengacu pada keberadaan dan kondisi hutan yang begitu luas dan bagus maka oleh masyarakat sekitar mengabadikan dan menamakan desa mereka dengan nama desa jatibaru dan jatiwangi. Namun seiiring dengan perkembangan jaman dan tuntutan kebutuhan masyarakat sekitar kawasan akan kebutuhan hidup, maka satu per satu pohon pohon jati tersebut di babat pelan pelan oleh masyarakat sampai habis dan punah, dengan alalsan masyarakat sekitar membutuhkan lahan untuk menanam padi, jagung dan gandum serta tanaman buah buahan terutama jambu mente, yang hingga sekarang lokasi ncai kapenta merupakan lokasi produksi jambu mente terbesar di NTB. Sebelum diberikan izin, masyarakat telah memanfaatkan lebih dahulu Kawasan hutan dengan sembunyi sembunyi dan kucing kucingan dengan petugas kehutanan yang hingga sekarang masyarakat sudah memanen Jambu mente, singkong, dan jagung. Setelah pemberian izin Kelompok yang awalnya dengan konsep kemitraan dengan NKK juga KulinKK masyarakat sudah melakukan pemanfaatan dan pengelolaan secara intens serta sudah melakukan penjualan beberapa jenis produk tersebut ke beberapa kecamatan dan melakukan penganekaragaman jenis pohon dan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi, seperti nangka, kelengkeng, pisang dan singkong sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi dan pendampatan rumah tangga kelompok dengan tenang dan nyaman tanpa takut mengelola seperti dulu, lebih lebih setelah adanya ijin PS yang mengacu pada Permen LHK No.9 2021.

No. SK SK. 7866/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL-0/10/2022
Skema PS HKm (Hutan Kemasyarakatan)
Tahun Terbit 2022
Luas Area 95,36 Ha
Jumlah Anggota 63 KK
KPH Kelurahan Jatibaru Timur, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat
Nama KUPS Kategori Tahun Komoditas
KUPS Musyawarah (Peternakan Kambing) Golden 2022 Buah mente, singkong, dan jagung
KUPS Tujuan Bersama (Pembibitan) Silver 2022 Buah mente, singkong, dan jagung
KUPS Mbolo Weki (Pengolahan Buah Mente) Silver 2022 Buah mente, singkong, dan jagung
Nama KUPS KUPS Musyawarah (Peternakan Kambing)
Kategori Golden
Tahun 2022
Komoditas Buah mente, singkong, dan jagung
Nama KUPS KUPS Tujuan Bersama (Pembibitan)
Kategori Silver
Tahun 2022
Komoditas Buah mente, singkong, dan jagung
Nama KUPS KUPS Mbolo Weki (Pengolahan Buah Mente)
Kategori Silver
Tahun 2022
Komoditas Buah mente, singkong, dan jagung
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1
Image 1

HHBK Jambu Mente

Sebelum ada izin masyarakat kelurahan Jatibaru Timur sudah turun temurun memanen jambu mente, dan merupakan produk andalan karena pohon jambu mente lebih bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan tipe tanah yang keras dan kering yang hanya mengandalkan hujan setiap tahun.sehingga hal inilah yang menyebabkan semangat dan antusias masyarakat kelompok untuk menanam karena lebih tahan terhadap hama penyakit, minimnya perlakuan perawatan serta biaya produksi yang sangat kecil, serta  prospek yang menjanjikan ke depannya. Karena volume produksi yang tinggi dan kualitas jambu mente yang terbilang baik untuk daerah sekitar kota dan kabupaten bima, hingga saat ini produk ini menjadi salah satu penghasilan terbesar kelompok, namun demikian saat ini masyarakat kelompok masih melakukan penjualan di pasar tradisional dan ke pengepul dan menjual eceran per baskom dipinggir jalan, dengan harga Rp.8000 per kg dan biji mente kering Rp. 14.000/kg,  dan ketika over produksi tidak sedikit buah jambu mente di buang begitu saja, karena belum adanya penangan pasca panen dengan penganekaragaman jenis produk seperti kacang mente, sirup mente dan abon mente..

HHBK Singkong

Dalam rangka diversifikasi produk dan penganekaragaman pendapatan, masyarakat kelompok memilih melakukan penanaman singkong pada lahan mereka, hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa tanaman singkong tidak terlalu membutuhkan air, hanya mengandalkan turunnya hujan, juga lebih mudah tumbuh, tidak terkena penyakit,  tanpa biaya perawatan dan merupakan sumber karbo hidrat kedua setelah beras, dan pasarnyapun lebih menjanjikan.
Hasil produksi singkong per tahun adalah sebesar 2.500 ton per tahun dari potensi lahan 25 ha dengan harga jual Rp. 2500/kg. Pemasaran pun masih dilakukan di pasar tradisional dan kadang pengepul mendatangi ke lahan anggota, kebutuhan akan singkong masih untuk kebutuhan rumah tangga untuk menu makanan ringan serta bahan dasar kue singkong.

HHBK Jagung

Salah satu Usaha yang menarik yang dikembangkan oleh KUPS ini  ialah jagung. Kondisi ini didorong oleh proses pertumbuhan yang begitu cepat, hanya mengandalkan turun air hujan, disamping ketersediaan pasar serta harga yang menjanjikan, walaupun kalau dilakukan analisa biaya dan pendapatan keuntungan yang bisa diraih oleh masyarakat hanya 10 persen setelah dilakukan perhitungsn dengan biaya yang dikeluarkan, namun demikian masyarakat tetap tertarik karen mereka lebih cepat mendapatkan uang dalam perhitungan 120 hari.Antusias masyarakat kelompok untuk menanam jagung disebabkan karena dengan jagung mereka lebih cepat mendapatkan uang yang besar dan banyak, guna menutupi kebutuhan harian dan biaya pendidikan putra dan putri mereka.
Terkait dengan proses pemasaran jagung, selama ini kelompok melakukan penjualan ke pengepul dimana pengepul yang mendatangi anggota kelompok di lahan mereka dengan menjual jagung pipilan dengan kadar 30 persen. Adapun potensi jagung yang dihasilkan per tahun adalah 400 ton per tahun dengan harga jual Rp. 3800/kg.

Total revenue from ticket sales (IDR)

Jambu Mente

from 2021
21.88%
2021
400.000.000
2022
560.000.000
2023
487.500.000

Total revenue from ticket sales (IDR)

Singkong

from 2021
4%
2021
12.500.000
2022
15.000.000
2023
12.000.000

Total revenue from ticket sales (IDR)

Jagung

from 2021
14.8%
2021
1.520.000.000
2022
1.330.000.000
2023
1.295.000.000